Header Ads Widget

Ticker

6/Artikel/ticker-posts

Sruktur Pengurus MDTU Nurul Hidayah

 

Dalam menjalankan fungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, MDTU Nurul Hidayah memiliki struktur kepengurusan yang terdiri dari berbagai elemen penting yang saling bersinergi demi tercapainya kualitas pembinaan santri yang unggul.

Hal tersebut dilakukan agar dalam pelaksanaan tugasnya tidak saling bertabrakan sehingga mampu memiliki rasa tanggung jawab satu sama lain. Namun pada pelaksanaannya masing masing guru di MDTU Nurul Hidayah selalu dapat mengisi kekosongan dalam memberikan pengajaran, artinya bekerja secara profesional dan penuh dengan keikhlasan.

Berikut peran dan tugas penting dari Struktur Kepengurusan MDTU Nurul Hidayah:


Pelindung:

Kepala Desa Ujungpendok Jaya dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), berperan sebagai pengayom kelembagaan, memberikan arahan serta dukungan moral dan spiritual dalam setiap kegiatan madrasah.

Penasehat:

Tokoh agama dan masyarakat yang berpengalaman, memberikan nasihat dan pertimbangan dalam pengambilan keputusan strategis.

Pembina:

Yayasan Nurul Hidayah Sukenda, sebagai pihak yang mendirikan dan membina jalannya operasional madrasah secara berkesinambungan.

Kepala MDTU:

Memimpin jalannya kegiatan madrasah, menyelaraskan visi dan misi pendidikan dengan kebutuhan para santri dan masyarakat.

Sekretaris:

Bertanggung jawab dalam administrasi, dokumentasi, dan surat menyurat madrasah.

Bendahara:

Mengelola keuangan dan memastikan anggaran digunakan secara efektif dan transparan.

Pendidik (Ustadz/Ustadzah):

Menjadi ujung tombak dalam pembelajaran, membimbing santri dengan ilmu agama, nilai-nilai moral, dan keterampilan hidup yang Islami