A. Latar Belakang
Agama adalah merupakan landasan moral
yang menjadi benteng bagi kehidupan manusia dalam menjalani kehidupan di dunia.
Kehadiran tokoh agama juga menjadi sebuah keniscayaan di tengah-tengah
masyarakat. Oleh, sebab itu, mempersiapkan generasi mendatang yang mempunyai
pemahaman dan wawasan keagamaan menjadi sebuah keharusan.
Perubahan dan perkembangan terjadi
dalam kehidupan umat islam sejauh mana mereka bisa menjadikan agama sebagai
pedoman hidup. Umat islam dituntut untuk bisa menampilkan agama yang diperoleh
dilembaga pendidikan Madrasah Diniyah sebagai prinsip moral abadi yang membawa
perubahankearah yang lebih baik. Atas dasar ini maka pendidikan agama menjadi
bagian penting untuk membentuk pribadi-pribadi yang beriman, bertaqwa, dan
berakhlak mulia, selain mempunyai ilmu pengetahuan dan keterampilan hidup.
Pertemuan budaya antar bangsa akibat
perkembangan teknologi informasi dan komunikasi merupakan kenyataan yang nyata
yang tidak bisa dihindari dan tidak hanya membawa dampak positif. Hilangnya
jati diri kebangsaan dan keagamaan bukan tidak mungkin terjadi sejalan dengan
terbangunnya budaya materialistik dan hedonistik yang menjadi efek negatif
kehidupan “global”. Tanpa pendidikan, pengajaran, pembimbingan, dan pembinaan
yang memadai maka degradasi akan semakin menambah kehidupan generasi muda.
Kehidupan pendidikan keagamaan islam
nonformal seperti Madrasah Diniyah dalam hal ini sangat diperlikan untuk
melengkapi pemahaman dan pengalaman keislaman anak bangsa. Tujuannya adalah
bagaimana pendidikan agama islam benar-benar mampu menyentuh aspek kognitif.
Psikomotorik dan afektif peserta didik. Bersama lembaga lembaga pendidikan
keagamaan islam nonformal lainnya Madrasah diniyah mengembang peran sebagai
agen pembebtukan kepribadian genersi muda yang dilandasi nilai dan norma
agama(Islam). Tentunya peran serta masyarakat untuk mengembangkan
lembaga-lembaga semacam ini sangat diharapkan, sehingga keberadaannya menjadi
bagian tak terpisahkan dalamkehidupan masyarakat.
Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula (MDTU) Nurul Hidayah adalah lembaga pendidikan keagamaan Islam nonformal yang menyelenggarakan pendidikan tingkat dasar setara SD/sederajat, dengan fokus pada pengembangan pengetahuan dan pemahaman agama Islam. MDTU Nurul Hidayah juga berperan penting dalam membentuk karakter dan mengembangkan pemahaman keagamaan peserta didik, serta menjadi wadah untuk memperdalam ilmu agama Islam selain pendidikan di sekolah umum. MDTU Nurul Hidayah juga merupakan lembaga pendidikan keagamaan yang cukup lama ada dan berkembang di masyarakat Desa Ujungpendok Jaya, Lembaga ini memiliki peran penting dalam pendidikan agama Islam, khususnya bagi anak-anak usia sekolah dasar di Desa Ujungpendok Jaya, yang belum sepenuhnya mampu menerima pembelajaran agama Islam secara mendalam di sekolah umum.
B. Sejarah Singkat
Keperhatinan beberapa tokoh
agama di Desa Ujungpendok Jaya yang menjadi awal berdirinya MDTA Nurul
Hidayah, banyak anak-anak yang tidak tau bagaimana mereka melaksankan ibadah
sesuai dengan tuntunan islam. Mulailah pada tahun 1999 mendirikan madrasah
malam yang berada di serambi masjid dengan mengajarkan membaca Al Quran dan
ilmu fiqih dasar, mulai dari cara bersuci, wudhu, sholat dan lainnya, menjadi
materi pengajaran utama.
Tidak butuh waktu lama hanya sealang
beberapa bulan saja, banyak anak-anak yang antusias tentang pendidikan agama
tersebut, hingga pengajaran yang semula hanya kelas malam mulai dirubah menjadi
siang hari dan tempat pengajarannya pun berpindah-pindah, mulai dari serambi
masjid, rumah warga dan meminjam gedung SD yang letaknya tidak jauh dari
masjid.
Beberapa tahun kemudian, orang tua dan masyarakat mulai terasa melihat dampak yang positif dari anak-anaknya yang pandai membaca Al Quran serta mengenal ilmu fiqih yang diajarkan, sehingga pada tahun 2002 salah satu tokoh masyarakat rela mewakafkan tanahnya untuk didirikan sebuah madrasah, dan tahun 2003 berdirilan MDTA Nurul Hidayah kemudian di daftarkan pada kementrian agama hingga sampai sekarang ini.
C. Perkembangan
MDTA Nurul Hidayah bukan lagi
mengajarkan tentang dasar ilmu fiqih dan tauhid saja, namun sekarang sudah
mengikuti berbagai pelajaran yang dianjurkan kementrian agama, meliputi
berbagai mata pelajaran seperti Al-Qur'an, Hadis, Tajwid, Aqidah, Akhlaq,
Fiqih, Sejarah Kebudayaan Islam, Bahasa Arab, dan Praktek Ibadah. Hal itu
dilakukan sebagai pengembangan karakter santri, karena MDTA Nurul Hidayah
tidak hanya memberikan pengetahuan keagamaan, tetapi juga membantu dalam
pembentukan karakter dan akhlak yang baik pada santri.
MDTA Nurul Hidayah menjadi wadah Pembelajaran bagi anak-anak untuk memperdalam ilmu agama Islam di luar jam sekolah, sehingga mereka dapat memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran Islam dan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di masyarakat. Hingga saat ini MDTA Nurul Hidayah bisa menyesuaikan dengan lembaga pendidikan formal di Desa Ujungpendok Jaya karena sebagian besar siswa sekolah dasar hampir keseluruhan menjadi santri Madrasah. Dengan tempat yang layak dan fasilitas yang cukup para santri bisa belajar dengan khidmat dan sungguh-sungguh. Semoga Allah SWT memberikan keberkahan untuk kita semua dunia dan akherat.
D. Fungsi MDTU Nurul
Hidayah:
Fungsi MDTU Nurul
Hidayah di masyarakat adalah :
Pendidikan
Agama Islam
MDTU Nurul Hidayah
menyelenggarakan pendidikan keagamaan Islam yang meliputi berbagai mata
pelajaran seperti Al-Qur'an, Hadis, Tajwid, Aqidah, Akhlaq, Fiqih, Sejarah
Kebudayaan Islam, Bahasa Arab, dan Praktek Ibadah.
Pengembangan Karakter
MDTU Nurul
Hidayah tidak hanya memberikan pengetahuan keagamaan, tetapi juga membantu
dalam pembentukan karakter dan akhlak yang baik pada peserta didik.
Wadah Pembelajaran
MDTU Nurul
Hidayah menjadi wadah bagi anak-anak untuk memperdalam ilmu agama Islam di
luar jam sekolah, sehingga mereka dapat memiliki pemahaman yang lebih mendalam
tentang ajaran Islam.
Peran Masyarakat
MDTU Nurul Hidayah memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di masyarakat. MDTA juga berperan dalam membangun hubungan sosial yang lebih baik di antara siswa, guru, dan masyarakat.
E. Tujuan
Keberadaan MDTU Nurul Hidayah di tengah-tengah masyarakat tentunya
diharakan dapat mengembangkan, memperluas, dan memperdalam pendidikan agama
islam agar santri dapat mengembangkan kehidupan sebagai :
1.
Muslim yang beriman, bertaqwa, beramal
saleh, dan berakhlakul karimah;
2.
Warga Indonesia yang berkepribadian,
percaya pada diri, sehat jasmani dan rohani
3.
Membina santri yang memiliki
pengalaman, pengetahuan, keterampilan beribadah, sifat, sikap dan perilaku
terpuji yang berguna bagi pengembangan pribadinya;
4.
Mempersiapkan santri untuk dapat
mengikuti pendidikan agama islam pada Madrasah Diniyah Takmiliyah lanjutan.
F. Manfaat
Agama adalah merupakan landasan moral yang
menjadi benteng bagi kehidupan manusia dalam menjalani kehidupan di dunia.
Kehadiran tokoh agama juga menjadi sebuah keniscayaan di tengah-tengah
masyarakat. Oleh, sebab itu, mempersiapkan generasi mendatang yang mempunyai
pemahaman dan wawasan keagamaan menjadi sebuah keharusan.
Perubahan dan perkembangan terjadi
dalam kehidupan umat islam sejauh mana mereka bisa menjadikan agama sebagai
pedoman hidup. Umat islam dituntut untuk bisa menampilkan agama yang diperoleh
dilembaga pendidikan Madrasah Diniyah sebagai prinsip moral abadi yang membawa
perubahankearah yang lebih baik. Atas dasar ini maka pendidikan agama menjadi
bagian penting untuk membentuk pribadi-pribadi yang beriman, bertaqwa, dan
berakhlak mulia, selain mempunyai ilmu pengetahuan dan keterampilan hidup.
Pertemuan budaya antar bangsa akibat
perkembangan teknologi informasi dan komunikasi merupakan kenyataan yang nyata
yang tidak bisa dihindari dan tidak hanya membawa dampak positif. Hilangnya
jati diri kebangsaan dan keagamaan bukan tidak mungkin terjadi sejalan dengan
terbangunnya budaya materialistik dan hedonistik yang menjadi efek negatif
kehidupan “global”. Tanpa pendidikan, pengajaran, pembimbingan, dan pembinaan
yang memadai maka degradasi akan semakin menambah kehidupan generasi muda.
Kehidupan pendidikan keagamaan islam
nonformal seperti Madrasah Diniyah dalam hal ini sangat diperlikan untuk
melengkapi pemahaman dan pengalaman keislaman anak bangsa. Tujuannya adalah
bagaimana pendidikan agama islam benar-benar mampu menyentuh aspek kognitif.
Psikomotorik dan afektif peserta didik. Bersama lembaga lembaga pendidikan
keagamaan islam nonformal lainnya Madrasah diniyah mengembang peran sebagai
agen pembebtukan kepribadian genersi muda yang dilandasi nilai dan norma
agama(Islam). Tentunya peran serta masyarakat untuk mengembangkan
lembaga-lembaga semacam ini sangat diharapkan, sehingga keberadaannya menjadi
bagian tak terpisahkan dalamkehidupan masyarakat.
